Ada kecenderungan kian hari obat tradisional kian diburu. Itu setidaknya yang tertuang dalam headline majalah Trubus edisi Maret 2003. Semakin banyak dokter yang memberi resep pengobatan menggunakan ramuan tradisional, dan banyak yang terbukti menyembunyikan.
Fakta yang berkembang saat ini kontras sekali dengan dekade 80-an. Ada seorang dokter, ketika itu, di Jakarta yang memberi resep ramuan tradisional pada pasiennya dan berdampak izin prakteknya dicabut.
Berbeda dengan Cina, negara biang pengobatan tradisional. Di negara yang terbesar penduduknya itu setiap orang ke rumah sakit diberi pilihan : berobat secara tradisional atau modern?. Di sana, sejak puluhan abad sampai sekarang, masyarakatnya masih yakin mutu obat tradisional tak lebih rendah dari obat modern.
Dan kini kita bisa menyaksikan, tidak hanya penyakit-penyakit ringan, tapi penyakit berat semacam tumor bisa sembuh dengan obat tradisional. Diantaranya yang sudah terkenal untuk penyakit mematikan ini adalah kunyit mangga (curcuma mangga), makuta dewa (phaleria marcocarpa), tapak dara (vinca rosea), dan lain-lain.
Itulah mengapa kami tak ragu-ragu terus menerus menyebarluaskan pengetahuan ramuan dan obat-obatan tradisional ke masyarakat luas khususnya pelajar SMP, SMU, pesantren, kumpulan ibu-ibu, dan lain-lain. Bahkan kami rasa tak berlebihan berharap ada SMP, SMU, serta madrasah-madrasah pesantren yang memuaskan pelajaran tentang tumbuh-tumbuhan obat dan pemanfaatannya ke siswa.
Sesuai semangat back to nature, kembali ke alam, Apotik Hidup ini menorehkan harapan terkikisnya asumsi umum bahwa ramuan/obat tradisional yang telah dipraktekan nenek moyang kita, tak layak lagi dikonsumsi orang modern. Lebih dari itu perlu disadari, dengan mempelajari ramuan tradisional berarti kita telah berupaya melestarikan budaya bangsa, memahami cara berobat cepat, mudah, lagi murah.....!!!!